9 Kata Kasar Dalam Bahasa Sunda Ini Biasa Dipake Buat Ngatain Orang

March 07, 2016 /
"Seuseuh beungeut, supados kasep!"

Tau gak artinya apa?

Artinya..
"Cuci muka, biar ganteng!"

Bagi sebagian besar orang Sunda, khusunya yang muda-muda ~ ahaaa
Kata "beungeut" merupakan salah satu kata Sunda yang sering banget diucapkan.

Penggunaannya pun bervariasi. Namun yang pasti, kata "beungeut" ini kerap kali di ucapkan buat cengin atau ngatain temen, sahabat, dan bahkan pasangan.

Selain itu, ada juga "kehed".

Beberapa diantara kalian pasti taunya "kehed" itu merk clothingan, ya kan? haha

Bukan bray!

Biar lo pada gak salah paham dan salah fokus ketika berhadapan dengan temen yang orang Sunda, kali ini akan gue sebutkan sejumlah kata-kata kasar dalam Bahasa Sunda yang kerap kali di ucapkan oleh kebanyakan orang Sunda.

Bahasa Sunda Kasar
Bahasa Sunda Kasar

Sebelum ke topik pembahasan utama..
Mungkin sebagian dari elu memiliki reaksi yang berbeda-beda ketika gue bilang akan membahas kata-kata kasar, apalagi menyangkut suatu ras dan budaya.

Tenang aja, gak ada maksud dan tujuan kesana. Lagian kata-kata yang gue maksud itu merupakan kata yang sebenernya biasa banget digunakan ketika kita (orang Sunda) sedang bercanda.

Lagian, seperti yang mungkin lo semua udah pada tau..

Sebagian orang Sunda itu humoris (gue, misalnya), dan seperti yang lo tau juga, orang Sunda itu gareulis dan karasep (pada cantik-cantik dan ganteng-ganteng).

Ehh.. tapi tetep..
Kudu disesuaikan dengan situasi dan kondisi lawan yang mau diajak becanda juga.

Jadi bray..
Ini nih sejumlah kata-kata kasar dalam Bahasa Sunda yang biasa digunakan sehari-hari, baik dalam percakapan biasa sampai dengan candaan. Cekidot!


1. Kehed!


Nah ini nih yang tadi sempet disebut.
Jangan disalah artikan kalo "kehed" itu hanyalah sebuah nama clothingan, bukan!

"Kehed!" itu sebenernya merupakan suatu umpatan yang mengandung arti "Sialan!" yang mana termasuk kata kasar dalam kosa kata Bahasa Sunda.

Tapi terkadang kata ini kurang nyambung jika selalu dan melulu diartikan sebagai "sialan" apabila melihat penggunaannya yang bervariasi. Misalnya :

Ek kamana kehed?

Kalo diartikan jadinya, "mau kemana sialan?"

Gak enak kan?

Atau..

Kalem we atuh kehed!

yang mana artinya.. "Santai aja sialan!"
Nah gak enak lagi kan?

Jadi intinya, kehed itu hanyalah sebuah umpatan.

Beda kalo penggunaannya kaya gini.. rasanya lebih pas.
  • Kehed sia(h)!, atau
  • Kehed teh sia!

Artinya : Sialan lo!

Tapiiii..
Ada tapinya nih bray!


Sebagian orang tua, khususnya yang orang Sunda, mengartikan "kehed" itu sebagai (maaf banget ini mah, bukan maksud gue berkata jorok) kel4m1n perempuan, sedangkan lawannya adalah kata "Sirit" yang lo tau sendiri lah apa lawannya.

Notes :
Ketika gue tanya sebagian temen gue terkait arti dari kata kehed dan sirit, beberapa dari mereka berpendapat bahwa kehed itu justru "punya perempuan", dan sirit "punya" laki-laki. Tapi pada intinya, kedua kata tersebut merupakan kata jorok.

Berhubung gue bukan orang yang mahir berbahasa Sunda, dan nilai pelajaran Bahasa Sunda gue waktu itu pas-pasan banget, jadinya gue kurang begitu tau betul bray masalah beginian.

Pesen gue sih, hindari kata "kehed" ketika elu berada disekitar orang dewasa, apalagi orang tua.


2. Beungeut


Sebelumnya kata ini udah disebutkan dan dicontohkan dalam kalimat "Seuseuh beungeut, supados kasep" yang mana artinya, "cuci muka, biar ganteng".

Tapi menurut gue pribadi..
Dalam Bahasa Sunda.. kata "seuseuh" itu beda-beda bray!

"Seuseuh" artinya emang "nyuci"..
Tapi cara, dan apa yang dicucinya-lah yang membedakan.

"Seuseuh" itu nyuci pakean yang kotor. Bisa sepatu, kaos kaki, celana, dll., pokoknya yang kotor-kotor, dan dalam kategori kotoran yang membandel (menurut gue juga, sih).

Ada juga "nyuci" yang lain dalam Bahasa Sunda, yaitu "Ngumbah".
"Ngumbah" itu nyuci perabotan dapur, misalnya "ngumbah piring" (nyuci piring).
Adalagi, "ngumbah motor" yang mana artinya "nyuci motor".

Nah jadi, "seuseuh beungeut" disini punya tujuan untuk menyindir, dan cenderung ke ngatain orang.

Sedangkan "supados kasep" merupakan Bahasa Sunda yang halus, terutama kata "supados" yang mana dalam bahasa Indonesia artinya adalah "agar/supaya".

Jadi.. kalimat "seuseuh beungeut, supados kasep" itu merupakan campuran antara kata Sunda kasar dan halus.

Selain "beungeut", biasanya ada kata yang lain dengan arti yang sama bray..
Ialah, "raray". Nah kalo "raray" ini kata Sunda yang halusnya bray!

Tapi tetep aja.. kalo urusannya udah bawa-bawa muka (dengan menyebut kata "beungeut" atau "raray" itu tadi), ya bawaannya apalagi kalo bukan ngatain orang bray.


Kalo elu pernah liat acara di salah satu stasiun televisi yang mana jargonnya "masak aer", pasti lo sering denger kalimat yang mirip-mirip kaya gini (ngatain) :

"Itu muka, apa catokan kuku?"

Nah, kurang lebih penggunaan kata "beungeut" pun kaya gitu bray.

Misal :
"eta beungeut atawa taplak meja?"


3. Jurig dan Belis


Jurig itu artinya hantu atau setan, sedangkan belis cenderung ke Iblis, dan terkesan kata yang dibolak-balik penempatannya. Kata tersebut biasannya digunakan untuk mengungkapkan kekesalan terhadap seseorang.

Contoh :
  • Jurig teh! Maneh nya.. mimilu wae urang.
  • Kalakuan teh jiga belis!

Artinya :
  • Setan! Elu tuh ya.. ngikutin gue mulu.
  • Kelakuannya kaya iblis!


4. Halig siah dan Halig ku aing


Halig siah memiliki makna untuk menakut-nakuti (membuat takut) seseorang/bersifat menggertak yang jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia artinya adalah "Awas lo/Awas lho". Sedangkan halig ku aing artinya awas (sama) gue aja.

Contoh halig siah :
Halig siah balik sorangan, mangkaning diparapatan eta loba jurig! hiiihh..

Artinya :
Awas lho pulang sendiri, diperempatan itu banyak setannya! hiihh..

Contoh dalam percakapan Bahasa Sunda :
Asep : Lah aing mah maen PS teh eleh wae ku si Mamat.
Udin : Ah maneh mah eweh kabisa. Halig ku aing maena! Si Mamat pasti eleh ku urang mah.

Artinya :
Asep : Ah gue mah main PS kalah mulu sama si Mamat.
Udin : Ah elu mah gak ada bakat. Awas gue aja yang main! Si Mamat pasti kalah kalo sama gue mah.


5. Belegug, Belekok, Gebloh, dan Boloho


Dalam bahasa Indonesia, semua kata tersebut memiliki arti dan makna dari kebodohan. Dimana ke-empat kata tersebut merupakan kata kasar dalam bahasa Sunda.

Contohnya :
  • Belegug maneh mah!
  • Belekok siah!
  • Gebloh sia mah!
  • Boloho maneh mah!

Semuanya memiliki makna dan arti yang kurang lebih sama, yaitu :
  • Bodoh kamu!, atau
  • Kamu bodoh!

Contoh dalam percakapan bahasa Sunda :

Asep : Anjirr, maneh geus eling Din? Siang-siang kieu ka masjid keur solat.
Udin : Ye.. kapanan ek jumatan ai maneh!

Asep : Belekok siah, ayeuna mah poe kemis ai maneh.
Udin : Maenya? Rarasaan teh poe jumat, hanas aing tengah poe disasarung indit ka masjid.

Asep : Naaa ai maneh aya ku belegug-belegug teuing.


Artinya :

Asep : Anjrit, lo udah insaf Din? Siang-siang gini solatnya ke mesjid.
Udin : Ye.. kan mau jumatan!

Asep : Oon lu, sekarang kan hari kamis.
Udin : Masa? Perasaan gue, hari ini tuh.. hari jumat, makanya siang-siang gini gue pake sarung dan pergi ke mesjid.

Asep : Ya elah.. oon banget sih lu!


6. Koplok dan Koplak


Keduanya memiliki maksud yang sama, dimana koplok dan koplak itu merupakan sebuah umpatan. Sama halnya seperti kehed yang biasa digunakan untuk mengumpat.

Mungkin jika dalam bahasa yang umum digunakan (bahasa gaul, ceritanya), koplok dan koplak itu sama halnya dengan kampret.

Contoh dalam percakapan Bahasa Sunda:

Udin : Duh karesel kieu, ulin yuk Sep!
Asep : Hayu. Kamana?

Udin : Teuing. Cek maneh kamana?
Asep : Urang mah kumaha nu ek ngajajanan we.

Udin : Koplooookkkk!

Artinya :

Udin : Duh bete gini, main yuk Sep!
Asep : Hayu. Kemana?

Udin : Gak tau. Menurut lu kemana?
Asep : Gue sih gimana yang mau traktir aja.

Udin : Kampret!


7. Ai Sia atau Ari Sia, dan Sia Mah


Pada dasarnya, "ai/ari" dalam bahasa Sunda merupakan suatu imbuhan.
Kurang lebih penggunaannya seperti contoh berikut ini :
  • Ai sia/maneh = dasar kamu
  • Ari sia/maneh = dasar kamu
  • Sia/Maneh mah = kamu itu
  • Aing mah = saya itu
  • Sia/Maneh mah = kamu itu

"Sia" merupakan kata Sunda yang kasar, lebih kasar dari "maneh" yang memiliki arti "elu" atau "kamu". Sedangkan kata halus dari "sia/maneh" adalah "anjeun".


9. Anying atau Anjir


Nah ini salah satu umpatan yang paling sering banget diucapin sebagian orang, "anying atau anjir".

Pengucapannya pun sangat kental dengan logat sundanya, dimana kata tersebut diucapkan dengan intonasi yang gue sendiri susah buat mendeskripsikannya.

Tapi jika dituliskan dengan berdasarkan kata tersebut biasanya diucapkan, maka akan berbunyi kurang lebih seperti ini :
  • Anyiiiiing
  • Anjiiiirrrr

Dari kata anyiing ini, seinget gue dulu ada ringtone bayi yang ketawa-ketawa terus diakhiri kata anying, asli kocak banget bray menurut gue mah.


Dari kesemua kata kasar dalam Bahasa Sunda yang udah gue sebutin dan jelasin satu persatu, kata manakah yang paling sering elu denger? Kasih tanggapan lo dikomentar, dan jangan lupa share. Makaciiihhh..
Previous
Next Post »

Mau dapetin update-an terbaru untuk setiap artikel dan tulisan menarik dari blog Bete Gak Sih?

Subscribe aja bray!